Sewaktu Aku Bangun di Pagi Hari
September 10, 2008
Setiap kali aku bangun, tergolek dengan sangat manis dan cantik seorang wanita dengan rambut bergelombang berwarna kemerahan, hidung mancung nan indah yang ditambah dengan bibir tipis menawan. Wanita itu tidak lain adalah istriku sendiri. Seorang wanita yang menurutku, bahkan juga menurut orang lain sangat cantik. Banyak yang berkata bahwa aku maupun dia sama-sama beruntung dengan ikatan pernikahan yang kami ikrarkan kurang dari sebulan yang lalu. Istriku dikatakan banyak orang beruntung mendapatkanku. Aku seorang pegawai instansi pemerintahan yang cukup dikenal dan dihormati di sebuah distrik di Jawa Tengah. Walaupun bagiku biasa saja, namun bekerja di instansi tersebut bagi penduduk di daerah itu adalah sesuatu yang luar biasa dan diidam-idamkan, bahkan banyak penduduk yang memiliki anak gadis, nekat melamar para pegawai instansi tersebut yang masih membujang. Istriku dikatakan beruntung?, jelas karena menurut penduduk di daerah itu, ia tak perlu repot-repot mengejar pegawai, tapi malah didekati dan sekarang dinikahi. Aku dikatakan beruntung mendapatkan seorang wanita yang tidak hanya cantik dari segi fisik, tetapi juga dari segi hati. Dia adalah seorang istri yang sangat taat pada suaminya maupun kedua orang tuanya. Pekerja keras adalah sifatnya yang paling dominan, tak ayal siapapun manusia di bumi Alloh ini akan sangat merasa beruntung beristri wanita sesempurna itu.
Itu menurut pendapat diriku mapun orang lain bahwa sekali lagi, aku…kami adalah pasangan yang beruntung. Aku tidak tahu dengan perasaan istriku kepadaku, tapi aku melihat dari segi patuh dan hormatnya ia padaku, jelas dapat dikatakan ia sangat bersyukur dengan ia menjadi istriku. Bagaimana dengan aku?….Aku sendiri tidak tahu. Kadang aku merasa sangat beruntung memiliki istri seperti dirinya. Kepatuhannya, cara dia bersikap pada suami, cara dia menunjukkan kerja kerasnya pada suami membuat diriku menepuk dada bila aku membandingkan dengan istri teman-temanku yang tidak seluar biasa itu.
Jadi apa yang mengganggu pikiran “aku sangat beruntung memiliki istri seperti dia”, jawabannya adalah masa lalunya. Sebelum kami menikah ia pernah bercerita bahwa dia pernah merasakan pergaulan bebas bersama mantan pacarnya semasa ia kuliah dulu. Walaupun ia bersumpah bahwa ia tidak pernah melakukan hubungan kelamin dan selalu menjaga keperawanannya, aku tetap merasa kecewa. Apalagi ditambah dengan cerita-ceritanya bahwa ia pernah bekerja menjadi SPG yang tugasnya merayu pria dalam menjajakan produk yang promosikannya. Walaupun aku sadar bahwa di bekerja adalah karena rasa sayang terhadap orang tuanya untuk sedikit meringankan beban mereka dalam menafkahi keluarga. Ya, sampai detik ini aku merasa kecewa, walaupun kadang aku berusaha untuk dapat memaafkan apa yang telah terjadi di masa lalunya tersebut, hati kecilku senantiasa berontak dan terus menumpahkan asa kekecewaan terhadap wanita yang kini menjadi istriku. Wanita yang seharusnya kupuja dan kusayangi, serta kulindungi sepenuh hati.
Dadaku serasa memanas bila membayangkan ia sedang bermesraan dengan pria lain tersebut, apakah ini perasaan cemburu yang wajar?, apakah ini rasa cemburu akibat rasa cintaku padanya yang begitu besar, sehingga semua kekurangan akan masa lalunya sedemikian menganggu pikiranku, ataukah ini hanya karena aku merasa mendapat sebuah barang bekas orang lain??…Aku memang sangat jahat. Bila ditilik dari masa lalu, aku pun pernah sangat dekat dengan seorang wanita dan juga sering melakukan tindakan tidak senonoh, walaupun tidak sampai kepada tahap hubungan seks. Apakah aku sedemikan naif dengan hanya menginginkan wanita yang bersih, sedangkan diriku ini jauh dari kata tersebut??. Aku memang sangat kejam, istriku yang telah memberikan kehangatan cinta dan sayangnya padaku, kubalas dengan kehangatan cintaku yang penuh dengan kepura-puraan. Aku hanya bisa memohon kepada Mu ya Alloh, berikanlah hamba Mu yang lemah ini kekuatan untuk bisa menerima istriku apa adanya, kekuatan untuk bisa mencintai dan menyayangi istriku dengan ikhlas. Jadikanlah kami suami istri yang Sakinah dan Mawaddah, serta berikanlah kami keturunan yang sholeh dan berbudi pekerti Islam.
Aku hanya bisa berdoa, berusaha, dan berharap ketika aku bangun dipagi hari, aku melihat istriku dengan cinta dan kasih sayang yang ikhlas, ya….ketika ku bangun di pagi hari nanti…