Aku Benar-benar Rindu Padamu
September 10, 2008
Sudah hampir satu tahun lamanya sejak kita terakhir bertemu. WAktu telah berlalu sejak terakhir aku menjamah dirimu. Pertemuan terakhir yang merupakan sebuah tragedi bagi diriku yang tak akan pernah aku lupakan seumur hidupku. Aku tak pernah tahu, apakah saat tersebut merupakan saat yang terakhir kau izinkan aku untuk menjamahmu?.
Sudah hampir dua tahun kebersamaan kita. Pada saat itu, kau izinkan aku untuk menyentuhmu agar dapat mengetahui lekuk-lekuk tubuh indahmu. Aku pun kau izinkan untuk mengambil sebagian dari dirimu itu untuk aku pelajari dan nikmati. Aku pun kau izinkan untuk mengambil gambar dari tubuh dan kulitmu yang halus, sehingga aku bisa melihat dengan jelas perhiasan-perhiasan yang kau kenakan dan warna kulimu yang menggelorakan hatiku. Ketika aku menyusuri indahnya dirimu, rona tubuhmu pun berubah-ubah sesuai dengan lekukan-lekukan yang kau miliki, diiringi gerakan-gerakan yang gemulai sampai pada gerakan mu yang meronta-ronta.
Pada masa-masa sebelum dua tahun yang lalu, aku selalu datang kepadamu sebagai penikmat dan pengagum dirimu. Kau pun memperlakukan ku dengan sangat lembut, sehingga aku selalu terpukau oleh indahnya dirimu, tak pernah bosan aku memandang dan menyentuhmu. Aku pun sangat menikmati setiap desah nafasmu yang datang menyapu seluruh tubuhku, sehingga secara tak sadar mata ku tertutup untuk lebih menikmati sensasi kenyamanan yang kau berikan.
Namun, setelah waktu itu aku datang sebagai seseorang yang hanya bernafsu untuk melihat lekuk tubuhmu, seseorang yang menganggap dirimu hanya sebagai subjek pemuas kebutuhan ku dan kebutuhan manusia-manusia lainnya. Aku datang kepadamu, sebagai seseorang yang memberikan berita kepada orang lain mengenai detil tubuh mu, baik dari kulit terluar hingga ke organ dalam milikmu. Detil berita, yang kemudian digunakan oleh orang-orang tersebut untuk mereguk dan mengambil kenikmatan tanpa batas dari dirimu. Namun, kau tetap tenang dan tegar dalam menghadapinya, walau pun terkadang kau marah, namun kau selalu kembali tenang dan membiarkan orang-orang tersebut kembali menjamah dan mengambil keuntungan darimu. Aku tahu engkau mengerti, meskipun dirimu semakin renta karena sari-sari dirimu senantiasa terus diambil, walaupun engkau terus disakiti dan dinodai, bahkan meskipun ada beberapa bagian dirimu yang jadi cacat dan lumpuh karena berbagai ulah manusia, engkau tetap sabar dan membiarkan mereka menghancurkanmu, karena engkau mengerti bahwa itulah fungsimu sebagai subjek untuk memuaskan dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan banyak manusia dan makhluk hidup lainnya di muka bumi ini.
Aku hanya bisa berharap, bahwa di suatu hari nanti aku dapat bertemu kembali denganmu, tidak hanya sebagai manusia yang mereguk keuntungan dari dirimu, tetapi juga sebagai seorang manusia yang ingin menikmati dan mengagumi setiap jengkal tubuhmu yang diciptakan dengan sangat luar biasa oleh Penciptamu. Sebuah karya yang mendekati sempurna hasil penciptaan Alloh SWT yang maha sempurna dan tiada bandingan.
Aku rindu padamu…aku benar-benar rindu padamu Laut ku!!!!